Senin, 25 Oktober 2021

MAKALAH ARTIKEL ILMIAH ANALISIS KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR DAN PELAKSANAANNYA DI LAPANGAN

 

Seiring berkembangnya zaman, sistem pendidikan pun mengalami perkembangan dan perubahan. Kurikulum 2013 atau Kurtilas merupakan sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia saat ini. Sistem ini diberlakukan serentak oleh pemerintah di seluruh sekolah yang ada di Indonesia pada tahun 2018. Meskipun begitu, Kurtilas ini pernah mengalami beberapa kali revisi dalam masa uji coba dan saat ini masih dalam masa adaptasi. 

Kurikulum 2013 sangat berbeda jauh dengan Kurikulum sebelumnya dalam berbagai aspek. Sosialisasi Kurtilas sangat penting dilakukan, baik kepada guru ataupun kepada siswa. 

Perbedaan Kurikulum 2013  dengan Kurikulum sebelumnya, Kurikulum 2006 sangat terlihat jelas pada pendidikan Sekolah Dasar. Sebelumnya pengajaran sekolah dasar dibagi menjadi beberapa mata pelajaran. Dalam Kurikulum 2013, pengajaran  Sekolah Dasar dibagi menjadi beberapa tema. Setiap tema mengandung beberapa pelajaran seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. 

Tidak hanya sistem pengajarannya saja yang berbeda, sistem penilaian Kurtilas pun berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Sistem penilaian Kurikulum 2013 terbagi menjadi empat aspek, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan aspek perilaku. Hal tersebut membuat buku rapor hasil belajar siswa menjadi lebih tebal dibanding bukur rapor kurikulum sebelumnya. 

Sistem Kurikulum 2013 yang terbilang sedikit rumit membuat beberapa orang berpikir bahwa Kurikulum 2013 tidak efektif. Sistem ini mengharuskan setiap guru untuk memperhatikan secara intens setiap siswanya untuk mendapatkan penilaian yang sesuai. Hal ini sulit terlaksanakan apabila siswa dalam satu kelas terlampau banyak. Media yang kurang memadai pun menjadikan Kurtilas tidak efektif.

Kelemahan Kurikulum 2013 memang cukup banyak. Meskipun begitu, hal tersebut dapat ditangani apabila mengaplikasikan Kurtilas dengan cara yang tepat. ada banyak cara yang tepat untuk mengefektifkan Kurtilas. Dia menambahkan, dalam hal penilaian, jika seorang guru tidak dapat mengawas secara intens setiap siswa, guru dapat melibatkan orang ketiga seperti orang tua siswa, teman siswa, bahkan pedagang di sekitar sekolah dalam menilai perilaku siswa. 

Kendala media dalam Kurikulum 2013 pun bisa ditangani dengan cara yang tepat. Pemerintah sebenarnya sudah menyediakan dana untuk media Kurtilas di beberapa sekolah yang mudah terjangkau. Bagi beberapa sekolah yang medianya masih terbatas, media tersebut dapat digantikan dengan media buatan sendiri tergantung kreativitas guru yang mengajar. 

Adanya Kurikulum 2013 di Indonesia bertujuan agar pendidikan di Indonesia semakin maju. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mendukung Kurtilas meskipun terdapat banyak kelemahan dan ketidakefektifan sistem pendidikan ini. Semoga dengan berjalannya sistem pendidikan ini, Indonesia dapat mencetak lebih banyak generasi penerus bangsa yang lebih baik kedepannya.

Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, antara lain ingin mengubah pola pendidikan dari orientasi terhadap hasil dan materi kependidikan sebagai proses, melalui pendekatan tematik integratif. Oleh karena itu, dengan pembelajaran sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan kebenaran secara ilmiah Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Sebagai titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di lapangan. Kesemuanya ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, apakah itu pemerintah daerah serta dukungan dari orang tua dan masyarakat. Implementasi Kurikulum 2013, dilaksanakan melalui Pendekatan Scientific. Pada pelaksanaannya pendekatan ini menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Lima aspek ini harus benar-benar terlihat pada pelaksanaan pembelajaran di lapangan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar