Seiring berkembangnya zaman, sistem pendidikan pun mengalami perkembangan dan
perubahan. Kurikulum 2013 atau Kurtilas merupakan sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia saat ini. Sistem ini
diberlakukan serentak oleh pemerintah di seluruh sekolah yang ada di Indonesia
pada tahun 2018. Meskipun begitu, Kurtilas ini pernah mengalami beberapa
kali revisi dalam masa uji coba dan saat ini masih dalam masa
adaptasi.
Kurikulum
2013 sangat berbeda jauh dengan Kurikulum sebelumnya dalam berbagai aspek.
Sosialisasi Kurtilas sangat penting dilakukan, baik kepada guru ataupun kepada
siswa.
Perbedaan
Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya, Kurikulum 2006 sangat
terlihat jelas pada pendidikan Sekolah Dasar. Sebelumnya pengajaran sekolah
dasar dibagi menjadi beberapa mata pelajaran. Dalam Kurikulum 2013, pengajaran
Sekolah Dasar dibagi menjadi beberapa tema. Setiap tema mengandung
beberapa pelajaran seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.
Tidak hanya sistem
pengajarannya saja yang berbeda, sistem penilaian Kurtilas pun berbeda dengan
kurikulum sebelumnya. Sistem penilaian Kurikulum 2013 terbagi menjadi empat
aspek, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan aspek
perilaku. Hal tersebut membuat buku rapor hasil belajar siswa menjadi lebih
tebal dibanding bukur rapor kurikulum sebelumnya.
Sistem Kurikulum 2013
yang terbilang sedikit rumit membuat beberapa orang berpikir bahwa Kurikulum
2013 tidak efektif. Sistem ini mengharuskan setiap guru untuk memperhatikan
secara intens setiap siswanya untuk mendapatkan penilaian yang sesuai. Hal ini
sulit terlaksanakan apabila siswa dalam satu kelas terlampau banyak. Media yang
kurang memadai pun menjadikan Kurtilas tidak efektif.
Kelemahan Kurikulum
2013 memang cukup banyak. Meskipun begitu, hal tersebut dapat ditangani apabila
mengaplikasikan Kurtilas dengan cara yang tepat. ada banyak cara yang
tepat untuk mengefektifkan Kurtilas. Dia menambahkan, dalam hal penilaian, jika
seorang guru tidak dapat mengawas secara intens setiap siswa, guru dapat
melibatkan orang ketiga seperti orang tua siswa, teman siswa, bahkan pedagang
di sekitar sekolah dalam menilai perilaku siswa.
Kendala media dalam
Kurikulum 2013 pun bisa ditangani dengan cara yang tepat. Pemerintah sebenarnya
sudah menyediakan dana untuk media Kurtilas di beberapa sekolah yang mudah
terjangkau. Bagi beberapa sekolah yang medianya masih terbatas, media tersebut
dapat digantikan dengan media buatan sendiri tergantung kreativitas guru yang
mengajar.
Adanya Kurikulum 2013
di Indonesia bertujuan agar pendidikan di Indonesia semakin maju. Maka dari
itu, penting bagi kita untuk mendukung Kurtilas meskipun terdapat banyak kelemahan dan ketidakefektifan sistem pendidikan ini.
Semoga dengan berjalannya sistem pendidikan ini, Indonesia dapat mencetak lebih
banyak generasi penerus bangsa yang lebih baik kedepannya.
Kurikulum
2013 yang berbasis karakter dan kompetensi, antara lain ingin mengubah pola
pendidikan dari orientasi terhadap hasil dan materi kependidikan sebagai
proses, melalui pendekatan tematik integratif. Oleh karena itu, dengan
pembelajaran sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka mampu
bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan
kebenaran secara ilmiah Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar
beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari
kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui
kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus
berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta
didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.
Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan
tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Sebagai
titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir,
penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan
proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin
kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Aplikasi yang
taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan
keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di lapangan. Kesemuanya ini tidak
terlepas dari dukungan semua pihak, apakah itu pemerintah daerah serta dukungan
dari orang tua dan masyarakat. Implementasi Kurikulum 2013, dilaksanakan
melalui Pendekatan Scientific. Pada pelaksanaannya pendekatan ini menekankan
pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan
komunikasi. Lima aspek ini harus benar-benar terlihat pada pelaksanaan
pembelajaran di lapangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar